Connect with us

Kehutanan

Masyarakat Adat Pelindung Hutan

Published

on

lpp pbnu

Masyarakat Adat menjadi bagian sejarah tentang kepengurusan hutan

Hubungan kita dengan bumi, dengan alam, dan dengan satu sama lain telah dirayakan dan ditumbuhkembangkan oleh tradisi spiritual dan agama selama ribuan tahun. Akan tetapi, masyarakat adat yang menamakan hutan sebagai rumah mereka memiliki hubungan khusus yang sangat dekat dengan hutan hujan dan juga kesetiaan sangat besar terhadap hutan hujan yang telah membentuk kosmologi, budaya, dan kehidupan spiritual mereka. Hubungan yang sangat dekat tersebut menciptakan investasi yang tinggi dari masyarakat adat yang menghuni hutan dalam melindungi hutan mereka serta pengakuan bahwa manusia hanyalah sekumpulan dari masyarakat hutan yang jauh lebih luas.

Masyarakat Adat dan Hutan Tropis?

Sekitar 370 juta orang—5 persen penduduk dunia—merupakan bagian dari salah satu dari 5000 masyarakat adat dunia. Dari jumlah tersebut, kirakira 200 juta masyarakat adat tinggal di atau dekat dengan hutan tropis, yang mereka lindungi dan kelola dari generasi ke generasi. Jumlah tersebut juga mencakup lebih dari 100 suku yang belum terjamah yang hidup dalam keterasingan dari masyarakat kebanyakan.

Di samping menyumbang beberapa persen terhadap jumlah penduduk manusia, masyarakat adat melindungi hampir 80 persen keanekaragaman hayati dunia, karena wilayah dan tanah mereka sekaligus merupakan wilayah dengan keanekaragaman hayati besar. Hal tersebut bukanlah kebetulan: penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat merupakan pelindung keanekaragaman hayati terbaik di dunia. Akan tetapi, karena masyarakat adat juga seringkali berhadapan dengan deforestasi, mereka sering menyaksikan hak-hak mereka dilanggar dan wilayah mereka diganggu, atau dieksploitasi demi kepentingan komersial pihak luar atau demi pembangunan infrastruktur.

Budaya adat, sistem kepercayaan, dan mata pencarian sering terjalin erat dengan ekosistem hutan, dan masyarakat adat mempunyai banyak pengetahuan lokal dan tradisional tentang hutan yang mereka tinggali. Perwujudan dari pengetahuan tradisional ini tidak hanya berupa sekumpulan fakta dan informasi yang spesifik tempatnya, tetapi juga cara mengamati dan berhubungan dengan dunia, dipengaruhi oleh cosmovisions yang terintegrasi yang digunakan oleh masyarakat adat untuk memahami kehidupan mereka dan hubungan mereka di lingkungan hutan. 

Baca melalui E-Book

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

ALAMAT KANTOR


LPP-PBNU

LPP PBNU Lantai 6 Gedung PBNU
Jl. Kramat Raya No.164, RT.7/RW.2
Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat
DKI Jakarta 10430

Copyright © 2019-2020. All Right Reserved.